Selamat Datang Di Website Resmi SMK YAPEMI Pagelaran Jl.Raya Gumuk Rejo Kec. Pageleran Kab. Pringsewu Lampung Kode pos 35376
Tampilkan postingan dengan label NEWS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NEWS. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Agustus 2016

Remote Upload ke Google Drive, Picasa, Youtube, Dropbox DLL

Admin
Remote Upload atau biasa disebut dengan Remote URL Upload adalah cara alternatif untunk pengguna internet yang lemot seperti saya sangat membantu. Dengan adanya fitur remote upload ini anda tidak perlu repot – repot download file, lalu kemudian meng-upload file tersebut ke Web Hosting.  Dan pastinya akan memakan waktu cukup lama untuk mendowload file – file yang berukuran besar seperti Film, Software DLL, apalagi jika anda menggunakan kuota internet, pasti bakalan hemat kuota.
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang cara Remote Upload ke Google Drive, Picasa, Youtube VK DLL, caranya sangat mudah
Oke, tanpa banyak basa – basi lagi silahkan ikuti tutorial dibawah ini:
  1. Silahkan kunjungi link berikut : https://thoaimedia.com/save/
  2. Lalu login menggunakan akun Google anda.
  3. Masukkan URL tempat anda download file.
  4. Lalu klik Save to (GDrive, Picasa, Youtube, Dropbox).
  5. Tunggu hingga proses selesai, biasanya 1-2 menit.
Contoh lihat gambar:
Jika sudah selesai, silahkan buka akun Google Drive atau tempat anda menyimpan file tersebut, Otomatis file akan tersimpan.
Selamat mencoba.

Minggu, 28 Agustus 2016

KH. Muhammad Nur Aziz Terpilih Menjadi Ketua IPHI Kabupaten Pringsewu

Admin


Pringsewu, Melalui Musyawarah Daerah ke II Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Pringsewu yang dilaksanakan pada Ahad (28/8), KH. Muhammad Nur Aziz terpilih sebagai Ketua Umum untuk masa bakti 2016-2021.

Abah Aziz, begitu para santri asuhannya di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Pagelaran biasa memanggilnya, menggantikan ketua lama H. Ali Amran. Sesaat setelah terpilih, Ucapan selamatpun mengalir yang salah satunya dari Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H. Taufiqurrohim. Dalam ucapannya, PCNU Pringsewu berharap dibawah kepemimpinannya IPHI Kabupaten Pringsewu akan lebih maju.

Abah Aziz terpilih melalui pemilihan secara demokratis dari sejumlah suara yang berasal dari unsur Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi. Kiai dan juga seorang dai muda ini terpilih melalui musda yang mengangkat tema "Dengan Musda IPHI Kabupaten Pringsewu Kita Mantapkan Peran Serta Haji dalam Pembangunan Manusia Seutuhnya".

Abah Aziz merupakan Kiai muda di Kabupaten Pringsewu yang sangat populer dalam berdakwah. Selain Ketua IPHI Kabupaten Pringsewu, Ia juga tercatat sebagai Wakil Rais Syuriyah PCNU Pringsewu dan Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pringsewu.

Hadir pada Musda yang dilaksanakan di Pusat Kegiatan IPHI Cabang Pringsewu Jalur 2 Pringsewu Utara tersebut Bupati Pringsewu Hi Sujadi Saddad , Ketua IPHI Wilayah Provinsi Lampung Drs. Thobroni Harun dan Ketua MUI Kabupaten Pringsewu KH Hambali.

Ibadah Qurban Salah Satu Wujud Kesempurnaan Iman

Admin


Pringsewu, NU Online

Untuk kesempurnaan wujud iman Kepada Allah SWT, Nabi Ibrahim AS adalah sosok yang sangat patut dijadikan teladan. Kecintaannya kepada Allah tidak berkurang walaupun cobaan berat diberikan kepadanya berupa perintah untuk mengorbankan apa yang dicintainya.

Nabi Ismail, putra semata wayangnya, yang sudah lama diharapkan kehadirannya dalam keluarga diperintahkan untuk disembelih sebagai ujian sejauhmana kecintaannya kepada Allah.

"Sebelum memiliki anak Ismail, Nabi Ibrahim terkenal sebagai kekasih Allah dengan julukan kholilullah. Di hatinya selalu ada Allah. Ia sangat hobi berkurban. Sampai-sampai ia berkata seandainya, ‘ia punya anak’. Allah memerintahkan untuk dikurbankan. Ia pun siap melakukannya sebagai wujud cinta kepada Allah," jelas Wakil Rais Syuriyah PCNU Pringsewu KH Muhammad Nur Aziz, Ahad (28/8).

Sampai pada waktu Nabi Ibrahim AS diberi putra Ismail, Allah benar-benar mengujinya dengan perintah untuk menyembelihnya. "Perintah ini tidak mengurangi kecintaannya kepada Allah dan sebaliknya mendapat dukungan dari istrinya dan dari Ismail sendiri," tegasnya saat menjelaskan Hikmah Qurban pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Gedung NU Pringsewu.

Keteguhan dalam melaksanakan perintah ini, lanjutnya, menjadikan Nabi Ibrahim AS lulus ujian keimanan sehingga Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba untuk disembelih. "Lalu kenapa diganti dengan hewan domba?" tanyanya kepada jamaah yang memenuhi Aula Gedung NU.

Pengasuh Pesantren Madinatul Ilmi Pagelaran ini menjelaskan bahwa ini merupakan salah satu hikmah di balik ibadah penyembelihan hewan qurban.

Menurutnya, domba merupakan simbol sifat nafsu hewan yang bisa saja masuk ke dalam diri manusia dan setiap nafsu yang menghalangi cinta kepada Allah harus dihilangkan. "Apapun yang menghalangi cinta kita kepada Allah harus disembelih karena akan mengganggu Iman kepada Allah SWT," katanya.

"Sembelih sifat itu. Korbankan dan tinggalkan agar iman kita sempurna," lanjutnya.

Karenanya, dai muda ini mengajak seluruh umat Islam untuk menjadi pribadi-pribadi yang selalu mematuhi perintah Allah dan siap berkorban sebagai upaya mendekatkan diri kepada-Nya.

"Setiap apa yang diperintahkan Allah selalu ada hikmahnya. Angan-angan dan keinginan kita tidak mesti semuanya sesuai dengan keinginan Allah. Apapun yang terjadi dalam hidup dan kehidupan kita adalah yang terbaik bagi kita," pungkasnya.

Sumber : www.nu.or.id

Rabu, 27 April 2016

Sya'ban Bulan Mulia dan Berkah

Admin

Bulan sya'ban adalah salah satu bulan yang mulya, penuh berkah dan kebaikan. Ketaatan di dalamnya adalah perdagangan yang menguntungkan dan amal sholeh pada bulan ini adalah jalan meraih kesuksesan untuk menghadapi bulan Ramadhan. 

Sebab disana ada keterkaitan yang kuat antara Rajab, Sya'ban dan Ramadhan. Sehingga dikatakan bahwa Rajab adalah bulan menanam benih kebaikan atau amal sholeh, Sya'ban bulan untuk menyirami dan memupuk dan Ramadhan adalah bulan untuk memanen tanaman yang tumbuh dari benih itu.

Kebiasaan para pendahulu kita, jika tiba bulan sya'ban mereka merayakan dan memulyakannya dengan bearaneka macam ibadah dan amal sholeh, seperti taubat, dzikrullah, ziarah kepada Rasulullah, umrah dan lainnya. Memang seyogyanya beribadah tidak hanya pada bulan tertentu, tapi mereka yang memiliki mata hati dan pengenalan hakikat keberadaan bulan ini lebih mengkhususkan dan menambah porsi dan kualitasnya

Menilik bahwa bulan sya'ban ini penuh rahasia dan nilai historis (sejarah) yang sangat berharga yang tidak dapat dilupakan manusia.
Cukup menunjukkan keagungan bulan ini dimana Rasulullah menisbatkannya kepada diri beliau dengan sabdanya :
" Sya'ban adalah bulanku " ( HR. Ad dailami dari Anas bin Malik dan diriwayatkan juga oleh Al Fath bin Abil Fawaris dari Al Hasan Al Bashri dengan status Hadits Mursal )

Dalam riwayat Ad dailami dari As Sayyidah Aisyah, Nabi Muhammad saw bersabda (yang artinya):
" Sya'ban adalah bulanku dan ramadhan bulan Allah, sya'ban adalah penyuci dan Ramadhan adalah penggugur (dosa) "

Maka dari sinilah kemudian ulama menyebutkan pula bahwa sya'ban adalah bulan sholawat kepada beliau saw. As sayyid Muhammad Alawy al Maliki al Hasani berpendapat bahwa rahasia kenapa Nabi saw menisbatkan sya'ban kepada beliau, karena pada bulan inilah turun ayat sholawat dan salam kepada beliau saw (surat al Ahzaab ayat 56).

Memang demikianlah dikatakan sebagian besar ulama bahwa ayat tersebut diturunkan pada bulan sya'ban, seperti al Imam Ibnu Shoif al Yamani dan al imam Syihabuddin al Qusthullany. Al Imam Ibnu Hajar al 'Asqolani menyebutkan bahwa ayat tersebut diturunkan pada tahun kedua Hijriyah.

Dan begitu pula bulan ini menjadi begitu mulya karena ternyata dalam beberapa hadits diterangkan bahwa beliau saw memperbanyak puasa sunnah didalamnya. Maka kita sebagai umat beliau seharusnya mengikuti langkah beliau, itulah cerminan mahabbah kita kepada beliau yang akhirnya membuahkan kecintaan Allah swt.

Suatu ketika Nabi ditanya tentang puasa yang paling utama setelah Ramadhan, beliau bersabda:
" Puasa di bulan sya'ban untuk memulyakan Ramadhan " (HR. At Tirmidzi)
Bahkan As Sayyidah Aisyah berkata:
" Aku tidak melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan, dan aku tidak melihat beliau berpuasa (selain Ramdhan) lebih banyak daripada pada bulan Sya'ban ". (HR. Al Bukhori, Muslim dan Abu Dawud)

Dalam riwayat Al Bukhori yang lain, As Sayyidah Aisyah berkata:
" Beliau saw berpuasa pada bulan sya'ban seluruhnya ".

Dalam kitabnya Maadza fii sya'ban, as Sayyid Muhammad Alawy al Maliki menyebutkan bahwa beliau saw mengkhususkan sya'ban dengan banyak puasa sunnah di dalamnya adalah untuk mempersiapkan diri menghadapi dan menyongsong Ramadhan, sebagaimana sholat sunnah rawatib dilakukan untuk mempersiapkan diri memasuki sholat fardhu.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh An Nasai dan ahmad bin Hambal dalam Musnadnya, usamah bin Zeid RA bertanya kepada Rasulullah SAW kenapa beliau banyak berpuasa di bulan sya'ban daripada bulan lainnya, Rasulullah menjawab:
" Itu (sya'ban) adalah bulan dimana banyak orang lalai di dalamnya, yakni antara rajab dan ramadhan, bulan ini adalah bulan dimana amal-amal disodorkan kepada Allah Pencipta sekalian alam, maka aku suka agar diangkat amalku dalam keadaan berpuasa ".

Hadits ini pula yang menjadikan bulan sya'ban memiliki keistimewaan tersendiri, yaitu bulan dimana amal-amal setiap hamba diangkat dan dihadapkan kepada Allah swt.
Dan ternyata penyodoran amal ini tidak hanya pada bulan sya'ban saja. Hanya saja di bulan sya'ban ini dikatakan sebagai penyodoran amal tahunan. Padahal ada pula penyodoran amal mingguan dan harian.

Sebagaimana diriwayatkan oleh al Imam al Bukhori dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda :
" Saling silih berganti kepada kalian malaikat di waktu malam dan malaikat di waktu siang, dan mereka berkumpul pada sholat subuh dan sholat ashar, kemudian malaikat yang bermalam bersama kalian naik (ke langit), lalu Allah bertanya kepada mereka:"Bagaimana kalian meninggalkan hamba-hambaku?" (padahal Dia lebih mengetahui), malaikat menjawab:"kami tinggalkan mereka dalam keadaan sholat dan kami datang kepada mereka dalam keadaan sholat".
Ini adalah penyodoran amal harian, setiap waktu subuh dan ashar.

Adapun penyodoran amal dalam sepekan (sejum'at), yaitu setiap hari senin dan kamis, seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim dan Tirmidzi dari sahabat Abu Hurairah RA, Rasulullah saw bersabda:
" Amal-amal disodorkan kepada Allah swt setiap hari kamis dan senin "
Dalam riwayat at Tirmidzi yang lain Nabi saw bersabda:
"Amal-amal disodorkan kepada Allah swt setiap hari senin dan kamis, maka aku ingin agar amalku diangkat dalam keadaan berpuasa".

Untuk menunjukkan kemulyaan bulan ini pula, sya'ban dinamakan syahrul quran (bulan al quran). Memang setiap saat kita sangat dianjurkan membaca al quran, lebih-lebih di waktu yang mulya seperti ramadhan dan sya'ban dan di tempat yang terhormat seperti Makkah al Mukarromah, Raudhoh As Sarifah dan lainnya.

Adalah al Imam 'Amr bin Qais al Malai jika tiba bulan sya'ban beliau menutup tempat ibadahnya dan menghabiskan waktu disana dengan membaca al quran. Maka dikatakan oleh al Imam as Syeikh Ahmad bin Hijazi bahwa salafussholeh senantiasa menghabiskan waktu pada bulan sya'ban ini dengan membaca al quran, maka ikutilah langkah mereka dan berjalanlah di belakang mereka.

Dinukil dari kitab Maadza fii sya'ban dan Dzikraayat wa munaasabaat, keduanya karya Al Imam al Muhaddits As Sayyid Muhammad bin Alawy al Maliky Rahimahullah.